Warung Gratis Mak’e

Date

“Woooo pas aku dibantu Realino ki rodo ayem. Aku nek ra dibantu ki raiso ngopo-ngopo. Korona iki hesjan pokoke tutup total. Pas dibantu wingi bersyukur tenan, aku iso mangan sithik-sithik”* Kurang lebih begitu jawaban Mak’e ketika ditanya mengenai bantuan warung gratis yang disalurkan pihak Realino beberapa bulan yang lalu sejak adanya pandemi Covid-19. Mak’e adalah sapaan hangat orang-orang terdekatnya. Dahulu Mak’e memang tinggal di Kota Jogja bagian timur, lebih tepatnya di daerah Wonosari. Namun sejak kecil Mak’e sudah merantau dan tinggal di Bong Suwung, Yogyakarta. Dia tinggal sebatang kara dan membangun rumah gedhek yang ukurannya hanya 2×2 di bantaran pinggir rel barat Stasiun Tugu Yogyakarta. Mencoba bertahan hidup dengan menjadi pekerja seks pun sudah dia jalani bertahun-tahun. Sampai akhirnya, usianya sudah tidak muda lagi. Dia ingin berusaha keluar dari Bong Suwung dengan mencoba jualan angkringan di depan Prodia Jl. Mangkubumi. Setelah satu tahun berjalan, SPM Realino mengusahakan warung untuk berjualan yang sekaligus menjadi tempat tinggal Mak’e sehari-hari. Bantuan warung makan gratis ini dimulai pada 28 Maret 2020 hingga 3 Agustus 2020. Warung ini pernah bekerja sama dengan komunitas Sego Mubeng untuk menyediakan nasi bungkus selama 1 bulan. Selain itu Mak’e menyediakan makan gratis untuk driver ojol, pemulung, tukang parkir dengan total 20 porsi perharinya. Makan gratis yang dibuatkan oleh Mak’e adalah nasi, mie, dan teh. Biasanya makan gratis ini mulai pk. 17.00 sampai pk. 21.00 WIB. Tak hanya itu, warung gratis Mak’e juga bekerjasama dengan Gereja Kota Baru menyediakan tempat cuci tangan untuk para pelanggan. Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pencegahan penyakit Covid-19. * Woooo kemarin dibantu Realino tu sedikit tenang. Aku kalau nggak dibantu juga gak bisa ngapa-ngapain. Korona ini hesjan pokoknya tutup total. Waktu kemarin dibantu bersyukur sekali. Bisa makan sedikit-sedikit.

More
articles