Tutup Botol Pintar

Date

apa yang kalian lakukan jika memiliki botol bekas adek – adek?

diaawali dengan pertanyaan singkat tersebut, kakak kakak volunteer dari komunitas Srikandi Lintas Iman (Srili) mengawali kegiatan pendampingan Kelompok Belajar Ceria hari itu. Srili adalah sebuah komunitas perempuan lintas iman di Yogyakarta yang aktif mempromosikan perdamaian dan toleransi serta merespon hak – hak perempuan dan anak-anak. Ada tiga volunteer perempuan muslim yang hari itu datang dan 2 volunteer lain dari Realino. Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 terasa singkat dan berakhir pada pukul 15.30 sore. 

Sabtu itu, ketika para volunteer menjelaskan tentang fungsi dan manfaat sampah kepada adek – adek KBC, banyak sebagian besar dari mereka yang dengan penuh ekspresi dan suara lantang mengatakan bahwa selama ini sampah botol bekas yang mereka miliki pasti akan langsung dibuang. Hal itu dirasa tidak penting bagi mereka karena kelihatannya memang tidak bernilai. Namun, begitulah pandangan umum anak anak yang akan mungkin sangat wajar kita dengar. Namun, kewajaran itu akan menjadi tidak baik jika peranan orang orang disekitarnya termasuk kita, yang sudah sadar akan fungsi sampah, tidak ada didalamnya. Oleh karena itu, dengan membuat ide tentang *tutup botol pintar*, adek adek diajarkan untuk memilah dua fungsi dari botol bekas tersebut. 1) tutup botol dan bagian kepalanya dipotong, yang kemudian diberi huruf abjad diatasnya. kemudian tutup botol itu ditempelkan dengan menggunakan lem castol di atas kardus yang sudah dipotong sesuai ukuran. dari tutup botol tersebut, adek adek KBC jadi mengerti bahwa fungsi tutup botol bisa digunakan untuk sarana belajar menghafal huruf abjad untuk anak anak pemula yang sedang belajar mengenali. 2) badan dari botol tersebut disimpan yang kemudian akan digunakan sebagai media untuk menanam tanaman dirumah masing-masing. 3) jika suatu hari mereka memiliki sampah botol plastik semacam itu, mereka juga bisa mengumpulkannya dan memberikannya kepada pemulung yang mereka jumpai.  Dari ketiga hal tersebut, apa yang bisa dipelajari oleh adek-adek KBC adalah wawasan akan pentingnya mengenali fungsi sampah yang selama ini dianggap tidak ada nilai dan manfaatnya. Terimakasih kakak kakak Srikandi Lintas Iman. (MR) 

More
articles