Pendampingan Anak-Anak Bongsuwung Yogyakarta

Date

KONTEKS

Bongsuwung adalah pemukiman padat penduduk di bantaran rel kereta api sebelah barat Stasiun Tugu. Tempat ini juga dikenal sebagai wilayah lokalisasi terselubung. Bongsuwung memiliki sejarah yang cukup panjang. Pada masa kolonial Belanda, orang takut lewat Bongsuwung karena takut diganggu hantu korban eksekusi mati pemerintah Hindia Belanda. Pada tahun 80-an, warga tidak berani lewat karena takut dirampok.

Perkembangan pesat kota Yogyakarta pada masa orde baru dimanfaatkan oleh orang-orang dari berbagai wilayah di luar Yogyakarta untuk mengadu untuk dengan mencari kerja di Yogyakarta. Tetapi sayangnya ketersediaan lapangan kerja tidak sebanding dengan jumlah pekerjanya, sehingga mereka yang terlantar tidak mendapat pekerjaan tetapi juga tidak ada alasan pulang kembali ke daerahnya akhirnya menetap di Yogyakarta.

Banyak para pendatang yang tak punya pekerjaan formal dan hunian menempati sisi barat Stasiun Tugu. Mereka mendirikan tempat tinggal semi permanen untuk tempat berteduh sembari bekerja mulai dari berdagang sampai menjalani dunia prostitusi. Bertambahnya kaum miskin kota yang tinggal di Bongsuwung tak bisa dipisahkan dari kondisi belum jelasnya tentang penggunaan lahan di Jogja tahun 70-an. Komunitas Bongsuwung hidup mengelompok membentuk kerumunan dengan menduduki tanah-tanah terlantar dan tidak terurus di kanan-kiri jalur rel kereta api.

Hingga saat ini Bongsuwung masih bertahan sebagai tempat tinggal para pedagang kecil, pemulung dan juga sebagai lokalisasi. Ditempat ini terdapat komunitas pedagang dan wanita pekerja seks. Komunitas wanita pekerja seks di wilayah ini bernama Arum Dalu Sehat yang beranggotakan tidak kurang dari 80 orang tidak termasuk yang tidak bergabung dalam komunitas tersebut.

PENDAMPINGAN ANAK-ANAK BONGSUWUNG

Pendampingan anak-anak Bongsuwung yang dilakukan oleh Realino SPM berawal dari tanggapan koordinator komunitas Arum Dalu Sehat (ADS) ketika Realino SPM menawarkan untuk bekerjasama. Permintaan ini langsung diterima oleh Realino SPM mengingat pendidikan adalah proses penyempurnaan manusia terus menerus.

Realino SPM yakin bahwa melalui pendidikan, dengan berbagai bentuknya, kualitas manusia akan terus bertambah. Penyempurnaan kualitas manusia inilah yang akan membuat manusia mampu mempunyai visi dan misi, mampu menyangkal diri; memilah dan memilih yang baik untuk hidupnya.

Pendampingan anak-anak menjadi kesempatan yang berharga bagi Realino SPM untuk memberikan nilai-nilai yang positif bagi manusia sejak dini. Untuk itu, Realino SPM akan berkomitmen untuk melakukan pendampingan anak-anak dengan melihat kemungkinan lain yang bisa dilakukan bagi komunitas tersebut.

Salah satu hal yang dikatakan koordinator ADS ketika mengusulkan program pendampingan anak-anak adalah …agar anak-anak mengalami dunia mereka (anak-anak) karena selama ini mereka hidup di dunia orang dewasa… Ungkapan koordinator ADS menjadi pijakan Realino SPM dalam memberikan pendampingan. Keprihatinan ini sangat kontekstual jika mengingat lingkungan tempat tinggal anak-anak.

Berdasarkan keprihatinan itu maka proses pendampingan anak-anak akan diprioritaskan pada pendidikan karakter yang dibangun dalam suasana yang menyenangkan dan melalui berbagai kegiatan praktis.

More
articles