Pelatihan Memasak Kue Kering

Date

Sebagai salah satu bentuk tindak lanjut hasil sarasehan Komunitas Marjinal Yogyakarta, SPM realino melakukan pendampingan untuk komunitas pasar ayam Prambanan. Komunitas ini dihuni oleh para pengamen jalanan dan mantan pramuria. Di pasar hewan tersebut, mereka menempati beberapa kios yang disewakan sebagai tempat tinggal.

Setelah beberapa kali pertemuan, komunitas Prambanan menyepakati kursus memasak kue kering sebagai kegiatan yang akan dilakukan terlebih dahulu. Ide pelatihan ini muncul karena adanya keinginan untuk berjualan selama bulan Ramadhan.  Pada tanggal 4 Mei 2017, kursus memasak kue kering dan donat diikuti oleh 8 orang ibu-ibu dari komunitas Prambanan. SPM Realino bekerja sama dengan Yayasan Pijar Kasih Nusantara untuk mendatangkan pelatih kursus dan menyiapkan beberapa bahan dan peralatan masak.

Mereka memasak kue nastar dan castengel. Selain itu juga, mereka belajar membuat donat yang murah, mudah dan bisa cepat dijual. Tantangan dari pelatihan ini adalah bagaimana membuat ibu-ibu mau untuk belajar dan mencoba. Pelatih kursus menawarkan metode memasak yang berbiaya rendah dan peralatan yang sederhana. Ukuran tepung dan bahan-bahan lain tidak menggunakan timbangan melainkan dengan takaran gelas dan sendok. Kendati sederhana, metode tersebut mudah untuk diikuti, hasilnya enak, dan tetap higienis.

Pelatih berharap dengan trik seperti itu, ibu-ibu tetap memperoleh untung optimal dengan modal yang minim, tanpa mengabaikan kualitas hasilnya. Selain untuk penjualan, mereka bisa membuat kue kering sendiri sebagai hidangan saat lebaran. Mereka tidak perlu membeli kue. Mereka bahkan bisa menerima pesanan donat untuk lingkungan sekitar mereka.

Tanggal 23 Juni 2017, menjelang Hari Raya Idul Fitri, ibu-ibu peserta kursus berinisiatif untuk mempraktikkan metode dan resep yang telah mereka pelajari. Mereka ingin memastikan bahwa mereka bisa membuat kue tersebut secara mandiri (tanpa pelatih). Melalui praktik bersama ini, mereka berharap agar bisa saling mengingatkan ketika ada anggota kelompok yang lupa resep atau langkah-langkahnya. Kue-kue hasil praktik dinikmati bersama dan sebagian besar dikemas sebagai buah tangan untuk keluarga mereka saat mudik. Semoga pelatihan ini bisa memberikan alternatif baru untuk ibu-ibu komunitas prambanan dalam berwirausaha.

More
articles