Menjahit Pouch bersama

Date

Sore itu, kegiatan ibu-ibu Bongsuwung diisi dengan kegiatan menjahit dan membuat rosario bersama. Untuk kegiatan menjahit, para ibu-ibu ditemani oleh seorang volunteer penjahit yang sudah terbiasa mendampingi ibu-ibu di Bongsuwung beberapa waktu ini, dan teman-teman Realino yang lain. Sedangkan untuk proses pembuatan rosario, mereka didampingi oleh seorang volunteer dari kesusteran. Terbagi menjadi dua kelompok, kegiatan dimulai pukul 03.00 sampai dengan 05.15 sore. Ada kurang lebih 8 orang yang hadir pada hari itu. Mereka adalah para ibu-ibu yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni bersama-sama untuk memperbaiki kondisi perokonomian mereka. 

Untuk kegiatan menjahit, mereka diajari untuk mengulang kembali cara menggunakan mesin jahit portable, karena kegiatan menjahit sudah beberapa bulan ini tidak ditekuni. Jadi, sangat wajar kalau banyak diantara mereka yang lupa cara untuk mengoperasikannya. setelah itu, pendamping mengarahkan para ibu-ibu untuk praktek satu persatu untuk membuat pouch dari bahan kain katun yang telah disiapkan. Mereka tampak antusias untuk mengikuti arahan dari pendamping tersebut. Diakhir dari proses menjahit itu, ada beberapa produk pouch yang apik dengan corak yang bervariasi, seperti, pola garis-garis, bunga, dan kartun lucu. 

Sedangkan untuk pembuatan rosario sendiri, ibu-ibu diajari untuk membuat dalam bentuk gelang dengan gantungan salip yang khas. Mereka tidak tampak kesulitan untuk mengikuti suster dalam proses pembuatan rosarionya. Bahkan, mereka menghasilkan jumlah rosario cukup banyak dalam sekali waktu mereka mempraktekannya. Ada kombinasi warna coklat, orange, putih tulang, dll yang digunakan untuk mempercantik rosario tersebut.  Pelan – pelan, tetapi menghasilkan. Hari itu, ibu-ibu tampak bahagia karena mampu membuat dua produk sekaligus. Ketulusan tampak dari wajah mereka ketika membuat masing-masing produk baru arumdalu tersebut. (MR)

More
articles