Membatik Tas Kain

Date

Akhirnya, hari ini kami bisa memulai kegiatan untuk pertama kalinya yang didampingi oleh kakak-kakak dari Realino SPM.

Bertempat di bekas pasar ayam, kami belajar mewarnai tas dari kain blacu dengan menggunakan sablon celup. Kami awali kegiatan dengan bernyanyi-nyanyi dan bermain-main bersama kakak-kakak dari fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Dalam permainan, kami harus membantu teman kami mengumpulkan bola-bola. Teman kami harus kami bantu karena matanya ditutup sehingga hanya mengandalkan pendengaran. Dia hanya mengetahui posisi bola berdasarkan arahan teman-teman sekelompoknya. Lah, karena kami terbagi dalam 4 kelompok, keempat teman kami jadi kebingungan karena saking berisiknya. Kami harus belajar fokus dan percaya dengan teman-teman.

Setelah kami bernyanyi dan bermain kami diajari cara mewarnai totebag dengan menggunakan sablon celup. Peralan yang dipakai adalah totebag, kelereng, karet gelang, pewarna khusus, air dingin, air panas, dan sarung tangan plastik.

Pertama kami dibagikan totebag yang berupa tas putih yang terbuat dari kain blacu. Per kelompok diberikan kelereng dan karet gelang. Kami berkreasi dengan menggunakan kelereng dan karet gelang tersebut dengan cara mengikat dan melipat. Setelah kami selesai mengikat – ikat dan melipat tas tersebut, tas akan dicelup dalam pewarna.

Kakak pendamping sudah menyiapkan 4 ember air yang sudah diberi warna merah dan biru masing-masing terdiri dari air dingin dan air panas. Kami diberi sarung tangan plastik supaya saat kami bewarnai tangan kami tetap bersih. Menurut kakak-kakak pendamping, warna nya akan sulit hilang kalau menempel di tangan.

Kami dibantu untuk mencelupkan kain ke dalam pewarna. Secara bergantian, tas dicelup di pewarna air panas, diperas peras, lalu dicelup di pewarna air dingin, diperas lagi, di celup lagi ke pewarna air panas, diperas, dicelup di pewarna air dingin, diperas lagi. begitu seterusnya. Kami ulang selama 7 – 10 kali celupan supaya warna dan bentuk motifnya menjadi jelas.

Setelah itu kami membuka ikatan dan menjemur tas yang sudah kami warnai. Kami sangat senang karena ternyata ikatan dan lipatan yang kami buat membentuk motif yang unik dan berbeda satu sama lain. Selain bermain dan belajar, kami pun bisa memakai tas yang sudah kami warnai untuk membawa bekal ke sekolah atau untuk tempat buku mengaji ketika kami belajar mengaji sore hari.

Kami bangga ketika memakai tas tersebut karena tas tersebut adalah hasil karya kami sendiri.

More
articles