Cerita Pengalaman dan Refleksi Kegiatan Kemanusiaan di Jombor

Date

Tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma bermitra dengan SPM Realino dalam menjalankan program kampus merdeka pada kegiatan kemanusiaan yang sudah diprogramkan dan dijalankan oleh SPM Realino di daerah Jombor. Saya adalah salah satu mahasiswa yang mendapat kepercayaan untuk berkegiatan di Jombor berdasarkan kesepakatan antara saya dan dosen dengan pimpinan lembaga mitra.

Nama saya Joni Halawa. Saya mahasiswa dari pendidikan matematika angkatan 2018. Saya mengikuti kegiatan di Jombor setiap hari Kamis sejak 23 September 2021 hingga 16 Desember 2021. Kegiatan yang kami laksanakan berupa pembelajaran bahasa Inggris untuk tingkat SD dan SMP, dan menggambar/mewarnai bagi anak-anak usia TK. Kami dari USD fokus untuk mengajari anak-anak tingkat SD. Materi bahasa Inggris yang kami ajarkan berupa kosa kata yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Tentu saja ini berbeda  pada materi yang diajarkan oleh pendamping lain pada anak di tingkat SMP.

Anak-anak yang mengikuti kegiatan awalnya hanya berjumlah sekitar 10 – 15 orang saja. Akan tetapi, dengan bertambahnya jumlah volunteer dan juga karena dianggap berpengaruh positif di kalangan masyarakat setempat, anak-anak yang mengikuti dinamika kelompok belajar bersama Yayasan Realino di Jombor jumlahnya bertambah cukup pesat. Hingga detik ini, mungkin anak-anak yang tercatat rajin mengikuti kegiatan berjumlah sekitar 30-an orang.

Mereka sangat gembira, begitu pula saya. Sebenarnya, saya tidak pernah berdinamika bersama anak SD sebelumnya. Saya tidak punya kemampuan untuk menghadapi sikap mereka yang ribut, tiba-tiba teriak, saling berkejaran dan minta pulang. Selama di kampus, saya selalu menghindari kesempatan bersama mereka dengan tidak mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh prodi.

Namun, di luar dugaan saya, kegiatan yang berlangsung di Jombor justru mengantar saya pada dunia anak-anak dan betapa sederhananya kebahagiaan mereka. Saya (dengan 1 orang teman) menyiapkan kosa kata sederhana dalam bahasa Inggris dan mengajarkannya pada mereka. Saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, beberapa siswa memiliki semangat yang tinggi, beberapa yang lain saling berkejaran dan ada yang maunya pulang saja. Bagi saya, sikap mereka yang sangat beragam itu menjadi bukti bahwa anak-anak memiliki semangat yang tinggi dan membutuhkan perhatian dari orang sekitar.

Selain belajar, kami juga bermain. Saya menyiapkan permainan yang bertujuan untuk membuat suasana menjadi seru, anak-anak tidak bosan, menjadi lebih ekspresif, dan terbiasa berhubungan dengan teman seusianya untuk saling mengenali. Keceriaan mereka dapat dilihat dari upaya mereka untuk memenangkan permainan (jika yang diharapkan dari permainan adalah kalah atau menang), teriakan tawa mereka yang melengking, pergerakan mereka yang cepat, dan raut wajah mereka. Ini menjadi pengalaman berharga bagi saya mengingat di kampus atau di kegiatan saya sebelumnya, tidak saya jumpai hal seperti ini. Adapun hasil belajar anak-anak, menurut saya, sangat baik. Mereka bisa menyebutkan kosa kata dalam bahasa Inggris dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Mereka bisa menyelesaikan tugas dengan cukup baik. Mereka tetap ceria ketika pelajaran dimulai. Mereka saling mengenal satu sama lain dan juga kami para pendamping.

Bagi saya, pengalaman penting lainnya adalah tentang mengenali karakter anak-anak. Ada 1 orang anak yang pada pertemuan pertama sibuk mengurusi giginya yang goyang ketika kami menyampaikan materi, dan pada pertemuan Minggu berikutnya giginya itu sudah copot. Ada anak kakak-beradik yang ributnya bukan main. Jika kakaknya mengacaukan barisan, adeknya menarik baju kakaknya kemudian tertawa terbahak-bahak. Ada juga yang pendiam, sama sekali tidak mau berbicara, kecuali bila diminta terus menerus. Dan ada banyak karakter unik lainnya yang mengingatkan saya pada masa kecil dulu dan itu menjadi pelajaran bagi saya untuk menghargai anak-anak sebagai individu yang harus didampingi.

Pelajaran yang saya dapat tidak hanya mengarah pada latar belakang jurusan saya (karena saya pendidikan matematika, tapi saya mengajari bahasa Inggris), tapi lebih pada pelajaran sosial kemanusiaan untuk pengembangan diri dan saya yakin ini sangat berguna bagi saya ke depan ketika saya sudah masuk dunia kerja, bergabung dalam masyarakat, dan ketika menjadi guru. Pelajaran lain yang saya dapatkan juga adalah keterampilan mengendalikan diri pada situasi yang dekat dengan anak-anak, cara mengkoordinir agar tidak terjadi keributan yang tidak dapat dikendalikan, dan public speaking jika pendengarnya adalah anak-anak.

Di sisi lain, saya juga memiliki kesempatan untuk berdinamika bersama dengan mahasiswa lain dari beberapa universitas dengan tingkatan dan disiplin ilmu yang berbeda. Mereka adalah relawan yang juga bergabung menjadi pendamping. Kami bekerjasama dalam hal pelaksanaan kegiatan dan ini meningkatkan keterampilan saya untuk bekerja dalam tim. Saya merasa kegiatan menjadi relawan semacam ini menjadi suatu kegiatan yang baik dan mulia untuk bisa dilakukan oleh mereka yang berada di umur-umur mahasiswa. Kegiatan semacam ini benar-benar menyentuh realita kehidupan dan memperkaya pengalaman.

Joni Halawa

Mahasiswa Universitas Sanata Dharma 

More
articles