29 Juli

Pembuatan Syal Arumdalu dari Batik Celup

19 Juli 2019
 
 
Sebagai agenda mingguan setiap Sabtu sore, Realino menemani para ibu-ibu yang tinggal di Bongsuwung bersama dengan relawan mahasiswa dari Universitas Atmajaya. Kegiatan ini telah menjadi agenda berkelanjutan yang dimiliki Realino sejak dua tahun yang lalu. Dimulai pada 03,00 p. m dan berakhir pada 05,15 p.m, kami telah membuat selendang untuk produk baru Arumdalu dengan menggunakan teknik batik celup. Pada hari itu, hanya ada 5 ibu-ibu yang datang karena ada kegiatan lain yang diadakan di kampung tersebut. Semua orang bersemangat membuat syal dan itu tidak memakan waktu lama. Sebagian besar peserta pernah mempraktekkan dan membuatnya sendiri sebelumnya. 
 
Pertama, ibu-ibu harus melipat sementara kain yang dipotong sesuai dengan ukuran selendang. Bisa berbentuk persegi, segitiga, bulat atau oval.  Semakin kecil lipatan yang dibuat, maka semakin baik warna yang akan dihasilkan. Kedua, lipatan itu harus diikat oleh karet sekuat mungkin. Kemudian, dicelupkan ke dalam water glass dan dilanjutkan mencelupkannya ke dalam warna yang berbeda secara merata sesuai dengan apa yang diinginkan peserta. Yang terakhir, ikatan kain harus dilepas dan dikeringkan sekitar 45 menit-satu jam. 
 
Semua peserta cukup terkejut dengan berbagai pola batik yang dihasilkan oleh mereka. Begitu indah dan artistik. Dengan memiliki kegiatan ini, ibu-ibu bisa belajar bahwa kesabaran dan konsistensi bisa menjadi nilai untuk menghasilkan sesuatu karena tidak ada yang sia-sia dari apa yang telah mereka lakukan. (MR)